Senin, 18 Juni 2012

sampai kapan aku harus menunggu?

dari seseorang yang sudah menunggumu terlanjur lama...

dari kata yang selalu kita ucapkan di pagi, siang, dan malam telah menjadi riwayat dalam inbox-ku
berawal dari sebuah sapaan yang tak kukirim dengan sengaja, itulah awal dari ini semua
awalnya itu kaku, dan aku terlalu malu untuk memulai setiap kata candaan 
tak pernah terfikirkan sebelumnya apabila sampai sejauh ini
tak pernah terfikirkan sebelumnya tuk menyayangi sejauh ini
dan lambat laun ku berfikir, sandiwara kah selama ini?

sudah terlalu lama aku menyimpan asa dan rasa ini
dari awal aku memang hanya ingin memendamnya
tapi kenapa seiring respons itu hadir, aku ingin memilikinya?
dan aku pun ingin sekali menepis anggapan bahwa cinta tak harus memiliki
setiap ingin itu muncul, logikaku mengatakan " apakah kau siap akan kembali terluka?"
tentu saja logikaku seketika menjawab " aku tidak ingin terjadi untuk ketiga kalinya"
tapi itu hanya sekejap, setelah hati ini bersikeras untuk terus menyimpan perasaan itu
mungkin ini gila, mungkin ini sia-sia?
kau telah berhasil membuatku bahagia dengan setiap kata yang telah kau berikan
tapi aku berhasil membaca hatimu yang tak kunjung lepas mengharapkan mantan terakhirmu
aku tau dia cantik, dia pintar, dia sempurna
tapi dia masa lalumu, dan cobalah untuk lihat aku
lihat aku yang mencoba menjadi masa depanmu
aku bingung, apakah harus selama ini aku menunggumu?
sampai kapan?
sampai kau benar-benar melihat "dia" bahagia bersama pria lain
hai, dia sudah bahagia dengan yang lain
jangan kau selalu mengharapkan dan memikirkannya. untuk apa?
kau mungkin tak pernah menyadari kalau aku tidak benar-benar tersenyum
kau tak berhasil melihat tangisku saat kau diam-diam menepis perasaan ini
aku tak tahu, apakah kau menyukaiku atau tidak
ya aku mempertahankan semua ini, sedangkan aku sendiri tak tahu benar perasaanmu sebenarnya
bodohkah keputusanku ini? haruskah ku lanjutkan atau ku hentikan saja?
aku tlah mencoba menghentikan perasaan ini, tapi ini tidak semudah itu
semakin ku mencoba, semakin ku terjerat
kau menyuruhku tetap sabar untuk bertahan
tapi aku tak tahu apakah alasanmu untuk menyuruhku seperti itu
sampai kapan aku harus menunggu?
apakah ini akan berakhir bahagia? seperti yang aku impikan?






untukmu yang mungkin membacanya, aku tak tahu sampai kapan aku harus bertahan. bertahan memendam rasa yang terus bergelora dan memendam perih yang terus bergejolak. walau kau bilang kau akan mendoakanku tuk mendapatkan pria yang lebih baik, itu percuma. aku hanya ingin dirimu, bukan yang lain. tapi aku tak bisa mengatakannya. ya, untuk apa? mungkin ini tanda tanya besar yang entah sampai kapan akan terjawab. yang jelas, aku akan tetap mempertahankannya.



with hurt,
@wialaras :")



1 komentar:

  1. Cinta belajar memberi dan menerima, tapi jika dia tak ingin saling memberi atau menerima buat apa... Bener sama tulisan kamu dhe "Cinta ngga harus memiliki"

    BalasHapus