lapangan sekolah, 12 Januari 2012
untukmu, pria pembawa tawa...
dari sudut kegelapan yang tak kau sadari, aku disini berdiri gontai penuh peluh dan kesah. Tak kau sadari hadirku disini, dari beberapa jam yang lalu memandangmu penuh harap agar kau melihat ke arahku. Tapi untuk apa? Tak ada urusannya denganku. Untuk apa sang kumbang memandang setangkai bunga jalang yang tak berarti. Lewat sebuah lubang yang kubuat dalam bukuku, ku melihat tawamu. Dari balik sudut buku ini, aku tersenyum pilu. Ingin rasanya aku yang menjadi sumber dari tawamu itu. Disini pula kusampaikan pesan rahasia untukmu....aku menyukaimu.
aku yang menyukaimu diam-diam..
Kau mungkin tak pernah sadar hadirku disini. Aku diam-diam menyimpan lembaran-lembaran rasa untukmu. Yang lambat laun kan menjadi sebuah buku penuh cinta. Kadang aku disini menyimpan luka yang cukup dalam, karena aku tau rasa ini mungkin takkan terbalas. Aku hanya bisa menyimpan luka-luka ini seorang diri. Aku menyadari, bukanlah aku yang pantas untukmu. Akan kusimpan rasa ini, hingga Tuhan menghendaki agar kau mengetahuinya..
salamku untukmu,
pengagum rahasiamu...... :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar