Selasa, 28 Februari 2012

diam-diam

                                                                                                             untukmu, sang pujaan hati.....
senyummu wahai pangeranku...
dalam sendu ku berbisik, dapatkah kau merasakan apa yang aku rasa? entah apa yang aku rasakan ini selalu jantungku bergetar saat kau ada dihadapanku. Penuh tawa yang tersungging diujung bibirmu. Seperti adegan-adegan sinetron, ku bertemu denganmu selalu tak terkira. Sering kali, kau muncul saat wajahku terlihat buruk. Sungguh aku ingin kau tahu, disinilah aku..yang daim-diam menyukaimu.

Saat langkahku di perum itu...
saat itu saat aku berjalan pulang, langkah demi langkah aku lalui. Selintas ku memikirkan kejadian lucu saat aku bertemu denganmu. Tersipu malu ku memikirkannya. Sambil membaca sebuah buku yang jelas-jelas tak ku baca, aku berjalan. Terdengar suara motor. Dan tak ku sangka, kau lewat barusan. Ya, itu dia! Diam-diam aku melihatnya dari sini, jarak yang cukup jauh/. Dan tak ku sangka juga, ia berbalik dan menatapku, walau itu hanya sekilas. Saat mata itu tertangkap oleh mataku, seketika wajah ini tertunduk malu soelah-olah memfokuskan pada buku bacaannya. Andai kau tau, hal kecil yang kau lakukan itu amat berarti bagiku dan membekas hingga detik ini

Tidak ada komentar:

Posting Komentar