Jumat, 30 Maret 2012

selalu terabaikan

sinar mentari pagi ini mengiringiku..
dengan tiupan angin berhembus menyelusup dalam pori-pori kulit wajah..
menyeruak namamu yang seakan telah menempel erat tak bisa terlepaskan..
langkah demi langkah telah kusampaikan pada lapangan bangunan yang penuh debu..
abstraksi-abstraksi cinta semu terpantulkan dari bola matamu..
kadang kala kau menyelaraskan sikapmu dengan keinginan hatiku..
dan ternyata hanya oase luas yang tertangkap oleh lensa mata yang penuh harap ini..

lagi-lagi kali ini kau melakukan hal yang sama..
untuk kesekian kalinya kau mengirimkan sinyal jika akulah wanita yang selalu terabaikan rasanya..
aku memang terbudak oleh cinta..terbudak oleh hati yang seluluh es..
kapan kau kan tau, diri ini sudah mulai lemas kehausan karna cinta yang selalu kau abaikan..
aku seperti air. dulu ku terus menampung kegalauan ini, dan tetap bersikap manis..
tapi lama kelamaan air ini kan penuh dan akan tumpah ruah..
kadang aku berfikir, apakah garis finish untukku telah dekat?
apakah hanya sampai disini rasa tertinggal? apakah harus tinggalkan ini semua yang telah ku perjuangkan cukup lama?
dan mungkin kurasa ku tlah menemukan garis finish itu hari ini. disertai tangis yang berderai kuputuskan, aku menyerah...

with hurt....
@wialaras

Tidak ada komentar:

Posting Komentar